Lewati ke konten utama
Solusi Nasional
Pengiriman

COD dan COD Ongkir: Beda dan Risikonya bagi Penjual

Pembeli suka membayar saat barang tiba, tetapi penjual menanggung risikonya. Pahami bedanya sebelum menawarkan.

Oleh Tim Solusi Nasional Diperbarui 04 November 2026 1 menit baca
COD dan COD Ongkir: Beda dan Risikonya bagi Penjual

Bayar di tempat membuat pembeli lebih yakin, terutama pada toko yang belum dikenal. Sebelum menawarkannya, pahami dua bentuk yang umum.

COD Ongkir

Pembeli sudah membayar barang, dan hanya ongkirnya yang dibayar saat paket tiba. Istilah lainnya DFOD.

COD Barang

Pembeli membayar harga barang sekaligus ongkir kepada kurir. Uangnya kemudian disalurkan kepada penjual setelah paket diterima.

Risiko yang ditanggung penjual

  • Penolakan paket. Paket kembali, dan biaya kirim serta retur bisa menjadi beban penjual.
  • Uang tidak langsung diterima. Dana cair setelah paket dilaporkan diterima.
  • Biaya layanan. Ekspedisi atau platform biasanya mengenakan biaya khusus COD. Periksa angkanya sebelum menentukan harga jual.

Cara mengurangi retur

  1. Konfirmasi pesanan lewat chat sebelum mengirim.
  2. Tulis foto, ukuran, dan warna produk dengan jelas.
  3. Pastikan alamat dan nomor telepon penerima lengkap.
  4. Pantau resi, dan hubungi pembeli bila paket tertahan.

COD di Solusi Nasional

COD tersedia pada ekspedisi yang mendukung setelah verifikasi KYC Anda disetujui. Rinciannya tampil sebelum Anda membuat resi di Kirim Paket.

Coba semua modul gratis selama 1 bulan

Daftar dengan akun Google atau surel, tanpa kartu kredit. Anda bisa mulai memakai kasir dan kirim paket di hari yang sama.